Soekarno 2013

CERITA ini dimulai tahun 1920an, saat  Sukarno muda mulai hidup dari penjara kepenjara. Sukarno muda yang memiliki daya orasi luar biasa telah mengusik pemerintah Hindia Belanda.  Pada saat itu, Sukarno telah memiliki seorang istri bernama Inggit Ganarsih, perempuan yang usianya lebih tua dibanding Sukarno.

Di salah satu masa tahanannya di penjara Banceuy, Bandung, Jawa Barat, Sukarno menulis sebuah buku yang makin meresahkan kekuasaan pemerintah Hindia Belanda. Buku populer yang ia tulis tangan tersebut adalah "Indonesia Menggugat". Karena tulisan inilah, pemenjaraan Sukarno muda dipindahkan ke Ende.

Kisah selanjutnya adalah perjuangan di era tahun 1930-an pada saat Sukarno dibuang ke Bengkulu. Di kota itulah terjadi awal pertemuannya dengan Fatmawati. Ketertarikan Sukarno terhadap perempuan yang lebih muda sama besarnya dengan hasratnya melihat Indonesia merdeka.

Keinginannya menikahi Fatmawati diungkapkan Sukarno langsung kepada Inggit. Begitu juga hasratnya melihat Indonesia merdeka, ia sampaikan kepada rekan-rekan seperjuangan yang kembali dari Belanda. Sjahrir meremehkan gaya perjuangan Sukarno. Hanya Hatta yang meyakini kemampuan Sukarno merebut hati rakyat.

Perjuangan Sukarno dan Hatta semakin mengkristal. Keduanya memiliki visi yang sama akan kemerdekaan Indonesia. Momentumnya tepat sekali ketika Belanda digantikan oleh kehadiran Jepang. Sukarno dan Hatta mulai menyamakan pandangan Indonesia merdeka bersama tokoh-tokoh pergerakan yang lain.

Di Jakarta, Jepang memberikan kesempatan Sukarno melakukan orasi-orasinya. Jepang ingin memanfaatkan Sukarno mendekati rakyat. Namun Sukarno justru lebih cerdik, dialah yang memanfaatkan semua kemudahan yang diberikan Jepang untuk menggalang kekuatan. Bersama pejuang kemerdekaan lain, Sukarno menyusun BPUPKI dan PPKI. Semua ia lakukan demi memberi jalan menuju Indonesia Merdeka.

Ketika Jepang kalah dalam perang Asia Timur Raya, Sukarno menemukan cara untuk mempercepat kemerdekaan Indonesia. Ia temui para Jenderal Jepang di Jakarta. Ia yakinkan Indonesia harus merdeka. Sukarno manfaatkan kelemahan psikologi tentara Jepang sebagai bangsa yang kalah perang. Akhirnya terjadilah peristiwa yang menjadi tonggak penting bagi bangsa ini. Sukarno bersama Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945, membacakan teks proklamasi yang disiarkan ke penjuru dunia. Dari Jl Pegangsaan, Jakarta, Proklamasi terdengar ke se-antero dunia, Indonesia menyatakan diri sebagai bangsa Merdeka!